Dalam momen yang mengharukan, Menteri Kelautan dan Perikanan mengalami kejadian yang tidak terduga saat melepas jenazah tiga pegawai kementerian yang menjadi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. Kelelahan yang dirasakannya membuatnya pingsan, mengundang perhatian dan kepedulian dari berbagai pihak.
Kejadian ini menjadi sorotan publik, di mana Trenggono berbagi pengalaman pribadinya terkait kondisi fisik dan mental yang dialaminya selama seminggu terakhir. Musibah yang menimpa kementeriannya memicu suasana duka yang mendalam.
Momen Duka di Kementerian Kelautan dan Perikanan
Trenggono menjelaskan melalui akun media sosialnya bahwa pekan-pekan terakhir sangat melelahkan, baik secara fisik maupun mental. Kecelakaan pesawat yang merenggut nyawa rekan-rekannya menjadi beban emosional yang tidak ringan untuk ditanggung.
Sebagai menteri, Trenggono merasa perlu menunjukkan rasa solidaritas dan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia memahami bahwa posisi sebagai pemimpin mengharuskan dirinya untuk selalu ada di tengah-tengah anggotanya, terutama dalam momen-momen sulit seperti ini.
Saat menjalankan tugas bersama Presiden, Trenggono tetap berusaha untuk hadir dalam upacara penghormatan. Ini menunjukkan komitmennya untuk tidak melupakan rekan-rekan yang telah berpulang walaupun dalam situasi yang menantang.
Kekompakan Keluarga Besar KKP dalam Momen Sulit
Di tengah kesedihan, Trenggono menekankan pentingnya kekompakan dan kebersamaan dalam keluarga besar Kementerian Kelautan dan Perikanan. Musibah ini menekankan bahwa kekuatan kolektif dari kementerian sangat penting dalam menghadapi tantangan.
Momen penghormatan bagi para korban tidak hanya merupakan acara pemakaman, tetapi juga menjadi simbol persatuan dan dukungan di antara anggota kementerian. Masyarakat juga diharapkan dapat mendukung dan mendoakan keluarga korban untuk tetap tegar menghadapi kehilangan.
Menurut Trenggono, sikap saling mendukung antar rekan kerja dapat meringankan beban emosional yang dialami setiap individu. Ia mengajak seluruh anggota KKP untuk saling menjaga dan mendukung dalam situasi sulit ini.
Upacara Pelepasan Jenazah yang Mengharukan
Trenggono memimpin upacara penghormatan bagi ketiga pegawai yang meninggal dunia di Auditorium Madidihang, Akademi Usaha Perikanan. Saat upacara dimulai, Trenggono menyampaikan kata-kata perpisahan yang penuh emosi, mencerminkan betapa besar kehilangan yang dialami oleh kementerian.
Namun, saat ia baru saja melangkah ke podium untuk menyampaikan sambutannya, Trenggono pingsan dan terjatuh. Insiden ini mengejutkan semua yang hadir dan menambah kesedihan serta keprihatinan di momen tersebut.
Setelah kejadian, Trenggono diberi pertolongan pertama dan dilanjutkan dengan pemeriksaan medis. Walaupun mengalami pingsan, dirinya meyakinkan publik bahwa kondisi kesehatan fisiknya tidak dalam masalah, hanya mengalami kelelahan berat.
