Wakil Bupati Klaten, Benny Indra Ardhianto, meninggal dunia pada usia 33 tahun, sebuah kabar yang mengejutkan banyak pihak. Ia meninggal pada tanggal 7 Februari 2026 setelah menjalani perawatan di RSUP Dr Kariadi, Semarang, selama beberapa waktu.
Informasi mengenai kepergiannya disampaikan oleh Plt Sekda Klaten, Joko Purwanto, yang mengkonfirmasi situasi tersebut pada sabtu pagi. Kabar tersebut ramai diperbincangkan oleh masyarakat dan berbagai media.
Dari pernyataan Joko, diketahui bahwa Benny Indra mengalami masalah kesehatan dan dirawat di rumah sakit sejak tanggal 29 Januari. Keluarga dan tim medis berusaha sekuat tenaga untuk memberikan perawatan terbaik, namun takdir berkata lain.
Pahalanya terus mengalir dari berbagai kalangan, mengingat kontribusi besar Benny untuk Klaten dan masyarakatnya. Kediamannya dipenuhi oleh pelayat yang ingin memberikan penghormatan terakhir.
Mengenal Benny Indra Ardhianto Lebih Dekat
Benny lahir pada 14 April 1992 dan dikenal sebagai sosok yang sangat energik dan penuh dedikasi. Ia adalah lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada pada tahun 2015, di mana ia telah menunjukkan semangat dan komitmen yang tinggi dalam bidang akademik.
Selama perjalanan kariernya, Benny tak hanya berfokus pada dunia politik. Ia juga merintis karier di dunia usaha sebagai pengusaha sukses. Sebelum terjun ke dunia politik, ia menjabat sebagai Presiden Direktur di PT Benny Putra Mandiri.
Benny juga terlibat dalam beberapa bisnis, seperti kuliner dan bengkel otomotif, yang menunjukkan keberagamannya dalam berwirausaha. Keberaniannya untuk berbisnis di berbagai sektor membuat banyak orang mengagumi sosok ini.
Dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman bisnisnya, Benny memiliki visi yang jelas bagi kemajuan Klaten. Sebagai Wakil Bupati, ia berusaha membawa perubahan positif untuk masyarakat, memperbaiki infrastruktur, pendidikan, dan sektor lainnya.
Piliparan Politik dan Kemenangannya dalam Pilkada
Benny Indra terpilih sebagai Wakil Bupati Klaten setelah berhasil memenangkan Pilkada Klaten pada tahun 2024. Ia berpasangan dengan Hamenang Wajar Ismoyo dari PDIP dan mendapatkan perolehan suara yang cukup signifikan, yakni 395.092 suara atau sekitar 52,63 persen.
Kemenangan ini adalah hasil dari kerja keras tim dan dirinya yang telah menjalani berbagai program pencalonan. Mereka berhasil menunjukkan kepada masyarakat bahwa mereka adalah pasangan yang tepat untuk membawa Klaten ke arah yang lebih baik.
Selama masa kampanye, Benny menggandeng isu-isu penting yang memang menjadi perhatian masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, dan peningkatan infrastruktur. Komitmennya dalam menyelesaikan berbagai permasalahan lokal menjadi salah satu alasan mengapa banyak orang mempercayainya.
Walaupun karier politiknya terhenti di usia yang sangat muda, namanya akan selalu dikenang oleh masyarakat Klaten. Dia diingat sebagai sosok yang berani dan ikhlas berjuang untuk kepentingan masyarakat banyak.
Warisan dan Kenangan yang Ditinggalkan
Kepergian Benny Indra menyisakan duka yang mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat Klaten. Banyak orang yang merasa kehilangan sosok pemimpin yang berpandangan luas dan mengedepankan kepentingan rakyat.
Hingga saat ini, banyak masyarakat yang mengenangnya bukan hanya dari sisi politik, tetapi juga dari sifat baiknya. Ia dikenal sebagai pribadi yang mudah bergaul dan selalu siap membantu orang lain. Kedermawanannya menjadi salah satu ciri khas yang melekat padanya.
Tidak hanya dari kalangan politisi, masyarakat biasa pun merasa kehilangan. Banyak yang menghormatinya dengan berbagai cara, mulai dari menghadiri acara duka hingga menyampaikan doa untuknya. Hal ini menunjukkan betapa besar pengaruhnya di tengah masyarakat.
Warisan yang ditinggalkan Benny akan terus hidup melalui berbagai program yang telah ia jalankan. Upaya untuk membangun Klaten menjadi lebih baik tidak akan surut meskipun ia telah tiada, mengingat visi dan misi yang telah disusun bersama timnya.
