Kejadian tragis menyelimuti keluarga di Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara. Seorang anak berusia 12 tahun berinisial A diduga membunuh ibu kandungnya, FS, dalam insiden yang menghebohkan warga setempat.
Kasus ini menarik perhatian masyarakat, bukan hanya karena usia pelaku yang masih sangat muda, tetapi juga karena latar belakang kekerasan dalam rumah tangga yang diduga menjadi pemicu tindakan tersebut. Penyelidikan oleh kepolisian setempat kini tengah berjalan.
Kronologi Kejadian Pembunuhan oleh Anak
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu pagi, ketika saat itu warga setempat mendengar keributan dari rumah keluarga korban. Menurut penjelasan dari Kepala Lingkungan setempat, Tono, pelaku yang berusia 12 tahun tersebut menghabisi nyawa ibunya dengan menikamnya.
Keluarga korban menyatakan bahwa sebelum kejadian, terdapat ketegangan antara korban dan suaminya. Suami FS diduga terlibat perselingkuhan dan telah meminta cerai, situasi yang kemungkinan berkontribusi terhadap tragedi ini.
Lebih mengejutkan, seorang netizen yang mengaku sebagai anggota keluarga korban memberikan klarifikasi di media sosial. Ia menyebutkan bahwa keadaan di rumah sangat tegang dan meminta agar masyarakat tidak cepat mengambil kesimpulan.
Pemeriksaan Saksi dan Penyelidikan Polisi
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, menyampaikan bahwa penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi, termasuk suami dan anak perempuan pertama dari FS. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas terkait kejadian tersebut.
Bayu menambahkan bahwa penanganan kasus ini sangat hati-hati karena melibatkan anak-anak. Tim Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) juga terlibat dalam memberikan pendampingan selama proses pemeriksaan.
Penyelidikan masih dalam tahap awal. Kepolisian berkomitmen untuk mengumpulkan semua bukti dan keterangan sebelum mengambil langkah hukum lebih lanjut.
Dampak Mental dan Sosial dari Kasus Ini
Kasus pembunuhan yang melibatkan anak di bawah umur pasti menimbulkan dampak yang luas, baik bagi keluarga korban maupun masyarakat. Trauma psikologis bisa menghantui anak pelaku dan seluruh anggota keluarga selama bertahun-tahun.
Bentuk pendampingan psikologis menjadi penting untuk membantu anak yang terlibat langsung dalam kejadian tragis ini. Masyarakat juga perlu diberikan edukasi tentang pentingnya penyelesaian masalah secara damai tanpa kekerasan.
Berita ini juga menimbulkan diskusi di media sosial tentang kekerasan dalam rumah tangga. Banyak warganet mengekspresikan kekhawatiran mereka terhadap kondisi sosial yang bisa mendorong tindakan ekstrim seperti ini.
