Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah mengeluarkan instruksi kepada Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari untuk mengumpulkan video-video kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam pernyataannya, Prabowo menyoroti bahwa banyak pihak yang terdiri dari kalangan terdidik, termasuk mereka yang memiliki gelar profesor, meragukan keberhasilan program ini dan mengklaim bahwa ini hanya akan menjadi pemborosan anggaran negara.
Dalam sebuah acara resmi di Palmerah, Jakarta Barat, Prabowo mengungkapkan rasa frustasinya terhadap kritik tersebut. Ia menyatakan bahwa MBG dirancang dengan tujuan mulia untuk menyelamatkan dan mendukung anak-anak Indonesia agar mendapatkan makanan yang bergizi.
Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa ia bingung dengan tudingan yang mengarah pada penghinaan terhadap anak-anak gara-gara inisiatif pemberian makanan gratis. Dalam pandangannya, hal ini seharusnya dipahami sebagai langkah untuk memberikan perhatian pada isu kesehatan anak di Indonesia.
Respons terhadap Kritik Program Makan Bergizi Gratis
Prabowo menyerukan agar kritik yang dialamatkan kepada program Makan Bergizi Gratis dicatat dan diarsipkan. Ia meminta agar semua video yang meramalkan kegagalan program ini dikumpulkan sebagai bukti untuk masa depan. Dengan demikian, ia berharap ada kejelasan tentang siapa yang meragukan niat baik pemerintah.
Menurut presiden, tujuan dari pengumpulan video ini adalah untuk mengevaluasi respons masyarakat terhadap inisiatif yang diajukan. “Kita baru memulai, tetapi sudah ada yang meramal kita pasti gagal. Ini perlu dicatat,” ungkapnya. Ia menjelaskan bahwa setiap kritik, jika tidak ditanggapi dengan bijak, bisa berpotensi menghambat perkembangan program tersebut.
Prabowo juga menambahkan, “Rekam digital ini penting agar kita bisa menunjukkan siapa yang meragukan kemampuan dan niat baik kita.” Ia optimis bahwa program ini dapat membawa perubahan signifikan bagi kesehatan anak-anak di Indonesia berdasarkan angka penerima manfaat yang terus meningkat.
Data Penerima Manfaat Program dan Dampaknya
Pada hari Jumat, Prabowo mengumumkan bahwa hingga saat ini, sudah ada lebih dari 60 juta penerima manfaat dari program MBG. Angka tersebut mencakup anak-anak, ibu hamil, dan masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih. Ini adalah salah satu pencapaian besar yang patut diapresiasi di tengah berbagai tantangan yang ada.
Prabowo juga menyebutkan bahwa jumlah penerima manfaat tersebut setara dengan memberi makan seluruh populasi Afrika Selatan setiap hari. “Ini jelas menunjukkan betapa besar upaya yang telah dilakukan pemerintah,” tegasnya. Angka itu juga diibaratkan setara dengan memberi makan sepuluh kali lipat jumlah populasi Singapura setiap hari.
Melihat dampak positif dari program ini, Prabowo berkomitmen untuk terus mendukung dan mengembangkan MBG. Ia percaya bahwa dengan dukungan masyarakat, program ini bisa mencapai tujuannya secara maksimal demi kesejahteraan anak-anak Indonesia.
Harapan dan Tantangan di Masa Depan
Kedepannya, Prabowo berharap agar program Makan Bergizi Gratis bisa terus berlanjut tanpa ada interupsi dari pihak-pihak yang skeptis. Ia beranggapan bahwa setiap inisiatif untuk membantu masyarakat yang kurang mampu seharusnya mendapatkan dukungan, bukan kritik yang merugikan.
Dalam wawancaranya, ia juga menekankan pentingnya kerjasama semua pihak untuk menyukseskan program ini. “Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga semua elemen masyarakat yang peduli dengan masa depan anak-anak kita,” paparnya. Ia mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam memastikan program ini bisa berjalan sesuai rencana.
Namun, tantangan seperti hal-hal administratif dan pembiayaan tetap harus diperhatikan secara serius. Prabowo mengakui bahwa untuk mempertahankan keberlanjutan program ini memerlukan pengelolaan dan perencanaan yang matang. Dengan kerjasama, ia yakin program ini tidak akan berakhir dengan kegagalan.
