Setelah seharian beraktivitas, termasuk menjalani rutinitas yang menyita perhatian dan menghadapi stres, banyak orang akhirnya memilih untuk bersantai dengan menonton acara or drama favorit mereka, meskipun alur ceritanya sudah sangat familiar. Menonton ulang acara seperti Friends, Reply 1988, atau drama lainnya bukan hanya sekadar kegiatan mengisi waktu, melainkan juga bisa memberikan efek menenangkan.
Kebiasaan ini, yang dikenal dengan istilah rewatching, ternyata memiliki alasan di baliknya yang lebih mendalam. Menurut kajian psikologis, mungkin ada nilai terapeutik dalam memilih tontonan yang sudah dikenal tersebut, yang memberikan rasa aman dan stabil bagi penontonnya.
Di era di mana konten baru bermunculan secara reguler di berbagai platform streaming, sering kali muncul perasaan bersalah ketika kita lebih memilih menonton kembali tayangan lama. Namun, para ahli menunjukkan bahwa hal ini merupakan respons alami dari otak kita, yang sering kali mencari kenyamanan di antara ketidakpastian yang ada.
Psikolog klinis, Aimee Daramus, menjelaskan bahwa tayangan yang sudah dikenal membantu menciptakan rasa keteraturan dalam hidup kita. “Di tengah situasi yang selalu berubah, terkadang kita hanya ingin merasakan stabilitas untuk beberapa jam,” ujarnya, menyoroti pentingnya pengalaman menonton yang konsisten.
Pandangan senada disampaikan oleh Clarissa Silva, seorang ilmuwan perilaku dan pelatih hubungan. Ia menyebutkan bahwa rutinitas harian yang padat dapat melelahkan, sehingga hiburan yang sudah akrab bisa memberikan rasa aman dan kenyamanan yang kita butuhkan.
Mengapa Kita Mengulangi Tayangan yang Sudah Dikenal?
Saat menonton ulang cerita yang sudah jelas alur dan karakternya, otak kita mendapatkan stimulasi yang lebih sedikit dibandingkan dengan menonton tayangan baru. Hal ini memberikan kesempatan untuk bersantai dan tidak berpikir berlebihan. Penonton bisa menikmati momen penyegaran tanpa perlu berusaha untuk memahami plot atau karakter baru.
Fenomena ini bukan hal yang baru dalam dunia hiburan. Sejak lama, orang-orang telah kembali ke film dan acara TV favorit mereka, mencari kenyamanan dalam familiaritas. Dalam banyak kasus, tayangan lama menghadirkan kenangan indah dan nostalgia yang membawa kita kembali ke momen-momen baik di masa lalu.
Psikolog juga menunjukkan bahwa pengalaman nostalgia ini berfungsi untuk meningkatkan suasana hati kita. Ketika terpapar pada momen yang menyenangkan, seperti saat kita menonton drama komedi favorit, otak kita melepaskan bahan kimia tertentu yang meningkatkan rasa bahagia. Ini menjadi alasan lain mengapa kita cenderung berulang kali kembali ke tontonan yang sudah kita tahu.
Saat kita menjalani tekanan hidup sehari-hari, mendapatkan kembali perasaan nyaman itu penting untuk kesehatan mental kita. Menonton acara yang sudah kita kenal dapat berfungsi sebagai pelarian yang sehat, memberikan kita waktu untuk bersantai dan merangkul kebahagiaan. Melalui tayangan familiar, kita merenungkan pengalaman hidup kita sendiri sambil menikmati cerita orang lain.
Dalam konteks ini, kegiatan rewatching dapat dianggap sebagai bentuk pengelolaan stres yang positif. Alih-alih mencari aktivitas baru yang mungkin menambah beban mental, memilih untuk kembali ke sesuatu yang sudah diketahui bisa menjadi cara yang bijak untuk mengisi waktu senggang dengan lebih nyaman.
Aspek Emosional dari Menonton Ulang
Menonton tayangan yang kita cintai tidak hanya berhubungan dengan rekreasi, tetapi juga aspek emosional yang mendalam. Setiap kali kita menjelajahi kembali dunia yang telah membuat kita terhibur, kita juga terhubung dengan emosi yang terkait. Karakter yang kita cintai, lelucon yang kita ingat, dan momen-momen berharga adalah semua bagian dari pengalaman menonton tersebut.
Hal ini dapat menciptakan perasaan koneksi yang lebih dalam, baik dengan cerita maupun dengan diri sendiri. Saat kita menonton ulang, kita juga menilai kembali pengalaman kita dan bagaimana kita bereaksi terhadap dinamika dalam cerita. Pada saat tertentu, kemiripan situasi dalam acara juga bisa menciptakan rasa empati yang mendalam terhadap karakter.
Ketika kita melewati masa-masa sulit dalam hidup, mengulang tayangan yang sudah kita cinta memberi kita kesempatan untuk merenungkan masa lalu dan melihat betapa jauhnya kita telah berjalan. Dengan demikian, tayangan lama menjadi cermin atas perjalanan hidup kita sendiri. Proses pengulangan ini memberi kita kesempatan untuk belajar dan tumbuh.
Bahkan, di berbagai kultur, tradisi bercerita dan mendengarkan diulang kembali sering kali dianggap sebagai bagian penting dari warisan. Pengalaman terhubung secara emosional dengan tayangan yang kita tonton menegaskan pentingnya manusia dalam mempertahankan hubungan dengan cerita dan narasi yang membantu membentuk identitas kita.
Oleh karena itu, menonton ulang tak sekadar sebuah kebiasaan, tetapi lebih dari itu adalah sebuah proses emosional yang dapat memperkaya pemahaman kita akan diri sendiri dan lingkungan sekitar.
Tantangan dan Kesalahan Persepsi tentang Menonton Ulang
Meski menonton ulang dianggap memiliki banyak manfaat, masih ada stigma yang menyertainya. Beberapa orang merasa bahwa memilih untuk tidak menonton sesuatu yang baru bisa dianggap sebagai tanda stagnasi atau ketidakberanian. Padahal, kenyataannya, setiap orang memiliki cara berbeda dalam mengelola hiburan.
Sering kali, kekhawatiran ini muncul dari tekanan sosial. Masyarakat modern cenderung menghargai inovasi dan keberagaman dalam pilihan hiburan, sedangkan menonton ulang bisa dianggap sebagai tindakan mundur. Namun, padahal tidak semua pengalaman baru memberi kita kebahagiaan atau kepuasan yang kita cari.
Apalagi, masing-masing individu memiliki preferensi yang unik. Beberapa orang merasa terjebak dalam rutinitas menonton dan berpikir bahwa mereka harus terus mencari tontonan baru. Tetapi sebenarnya, mengikuti kata hati dan memilih untuk kembali ke tayangan favorit bisa menjadi bentuk kebebasan dalam memilih cara bersantai.
Dalam banyak macam hal, proses menonton tayangan yang kita suka tidak melulu soal konten baru. Melainkan lebih kepada bagaimana pengalaman tersebut berbicara kepada kita dan memenuhi kebutuhan emosional yang kita inginkan. Oleh karena itu, solusi yang baik adalah menemukan keseimbangan antara penayangan ulang dan penayangan baru, untuk menjaga kualitas pengalaman menonton tetap menyenangkan.
Dari perspektif ini, menonton ulang tayangan yang kita cintai bukan untuk menunjukkan ketidakmampuan menjelajahi hal baru, tetapi untuk memperkuat hubungan emosional dengan cerita yang sudah ada dan momen-momen berharga dalam hidup kita. Kita seharusnya merayakan kebiasaan ini sebagai bentuk penghargaan terhadap pengalaman yang telah meninggalkan kesan mendalam.
