Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto telah meminta maaf terkait insiden tragis yang mengakibatkan dua anggota Bhabinkamtibmas meninggal dunia. Mereka terhimpit truk TNI saat dalam perjalanan menuju lokasi longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Peristiwa ini memicu perhatian luas dari berbagai kalangan dan menimbulkan banyak pertanyaan mengenai keselamatan dalam operasional yang melibatkan angkutan militer.
Agus Subiyanto menegaskan bahwa peristiwa tersebut saat ini tengah dalam proses investigasi. Diungkapkan bahwa kemungkinan insiden tersebut tidak terjadi dengan sengaja. “Kita mohon maaf,” ungkapnya di kompleks parlemen Jakarta, menegaskan komitmen TNI untuk menyelidiki kejadian ini secara mendalam.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kehilangan dua anggotanya. Ia mengapresiasi pengabdian dan semua usaha yang telah dilakukan oleh kedua anggota tersebut selama bertugas, menunjukkan solidaritas antar institusi dalam situasi yang sulit ini.
Insiden Tragis yang Mengguncang Masyarakat
Dua anggota Bhabinkamtibmas yang menjadi korban adalah Ipda (Anumerta) Hendra Kurniawan dan Aipda (Anumerta) Muhammad Jerry Sonconery, keduanya merupakan anggota Polsek Cisarua. Kejadian ini terjadi ketika mereka dalam perjalanan berboncengan menggunakan sepeda motor saat melaksanakan tugas kemanusiaan.
Menurut keterangan dari kepolisian, insiden ini terjadi di Jalan Cimeta, Kampung Cimeta, pada sore hari. Truk TNI yang berada di depan terpaksa berhenti mendadak, sementara truk lain yang berada di belakangnya diduga mengalami masalah teknis dan tidak dapat mengerem. Hal ini menimbulkan situasi yang fatal bagi kedua anggota tersebut.
Kedua anggota polisi tersebut tidak mampu menghindari truk yang tiba-tiba berhenti. Mereka terjepit di antara dua truk tersebut, dan sayangnya, tidak ada yang dapat menolong mereka sesaat setelah kejadian. Keduanya dinyatakan meninggal di lokasi kejadian, sebuah peristiwa yang sangat menyedihkan bagi rekan dan keluarga mereka.
Pentingnya Keselamatan di Lokasi Tugas
Insiden ini menyoroti pentingnya aspek keselamatan saat melakukan tugas di lapangan, terutama ketika melibatkan kendaraan berat. Setiap pihak, baik TNI maupun kepolisian, harus selalu mengutamakan keselamatan terutama dalam situasi darurat.
Masyarakat tentu berharap agar kejadian serupa tidak terulang, mengingat bahwa keselamatan petugas adalah prioritas utama. Sinergi antara lembaga terkait sangat diperlukan untuk menghindari potensi insiden berbahaya di masa depan.
Di lain pihak, banyak yang menunggu hasil investigasi lebih lanjut terkait peristiwa ini. Dianggap penting untuk mengetahui akar penyebab agar sistem keamanan dan prosedur operasional dapat ditingkatkan demi keselamatan bersama.
Sambutan dan Tanggapan dari Berbagai Pihak
Menanggapi insiden tersebut, Kapolri menyatakan rasa duka yang mendalam dan mengajak semua pihak untuk berdoa bagi almarhum agar mendapatkan tempat terbaik. Rasa terima kasih kepada mereka atas dedikasi dan prestasi selama bertugas juga disampaikan yang menunjukkan rasa empati mendalam terhadap keluarga yang ditinggalkan.
Ratusan rekan kerja dan masyarakat, baik di kepolisian maupun TNI, mengungkapkan rasa kehilangan mereka melalui berbagai saluran. Ungkapan duka cita pun terus mengalir di media sosial dan berbagai platform lainnya, menunjukkan betapa pentingnya peran kedua polisi dalam menjaga keamanan.
Ke depannya, diharapkan insiden ini dapat menjadi pelajaran penting bagi semua pihak. Protokol keselamatan harus diperketat dan semua personel yang terlibat dalam tugas harus memperhatikan satu sama lain demi mencegah tragedi serupa terjadi lagi.
