Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengingatkan bahwa keberhasilan JKN perlu dilihat lebih jauh dari jumlah penduduk yang telah terdaftar. Untuk mewujudkan jaminan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage (UHC), kepesertaan aktif, kepatuhan seluruh pihak, dan kesinambungan perlindungan kesehatan juga menjadi faktor penting.
“Melalui tema “Gotong Royong Melindungi Pekerja, Memperkuat Kesejahteraan Bangsa”, Satya JKN Awards 2026 menegaskan pentingnya kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat perlindungan kesehatan. Per 1 Oktober 2026, jumlah peserta JKN telah mencapai 284,89 juta jiwa atau 98,2 persen dari total penduduk Indonesia, dengan cakupan kepesertaan aktif sebesar 79,49 persen,” terang Pujo.
Dalam memastikan pekerja dan keluarganya memperoleh perlindungan kesehatan, badan usaha memiliki posisi strategis. Pujo menjelaskan, tanggung jawab pemberi kerja mencakup pendaftaran seluruh pekerja, pelaporan data dan upah secara benar, serta pembayaran iuran secara rutin dan tepat waktu.
Kepatuhan tersebut juga menjadi bagian dari penerapan tata kelola perusahaan yang baik. “Pekerja yang terlindungi kesehatannya akan merasa lebih tenang dalam bekerja, sehingga mendukung produktivitas dan keberlanjutan usaha.”
Karena itu, kepatuhan badan usaha tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kewajiban administratif, tetapi juga menjadi bagian dari upaya melindungi pekerja dan keluarganya,” ujar Pujo.
Pujo turut memberikan gambaran mengenai peran gotong royong dalam pembiayaan pelayanan kesehatan. Rata-rata biaya untuk satu kali tindakan cuci darah atau hemodialisis mencapai Rp786.200.
Apabila peserta menjalani cuci darah dua kali dalam seminggu atau sekitar delapan kali sebulan, biaya pelayanan yang dibutuhkan mencapai Rp6.289.600 per bulan.
“Melalui prinsip gotong royong, kontribusi sekitar 150 peserta yang sehat dan rutin membayar iuran membantu membiayai pelayanan kesehatan bagi satu peserta yang menjalani cuci darah,” kata Pujo.
Peran Strategis Badan Usaha dalam Kesehatan Masyarakat
Pendaftaran dan pelaporan data kesehatan menjadi tanggung jawab penting bagi badan usaha. Dengan melakukan pendaftaran secara benar, mereka tidak hanya mendukung program kesehatan tetapi juga meningkatkan kualitas kerja dan produktivitas pekerja.
Saat badan usaha disiplin dalam pembayaran iuran, mereka berkontribusi terhadap keberlanjutan dan kualitas layanan kesehatan. Ini menciptakan ekosistem yang mendukung kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
Kesejahteraan pekerja berbanding lurus dengan kinerja perusahaan. Dengan perlindungan kesehatan yang baik, pekerja merasa lebih berdaya dan berkomitmen untuk memberikan hasil terbaik bagi perusahaan.
Kepatuhan dalam Mendaftarkan Pekerja ke BPJS Kesehatan
Kepatuhan dalam mendaftarkan pekerja memiliki dampak besar pada kesinambungan program jaminan kesehatan. Badan usaha perlu memahami bahwa hak setiap pekerja untuk mendapatkan layanan kesehatan merupakan investasi jangka panjang.
Dengan mendaftarkan seluruh pekerja, badan usaha turut berperan aktif dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif. Ini juga membantu menurunkan risiko penyakit dan biaya pengobatan di masa depan.
Selain itu, pelaporan data yang akurat membantu dalam perencanaan dan penyediaan layanan kesehatan yang lebih baik. Hal ini membuka peluang bagi pemerintah untuk merancang program yang lebih tepat sasaran bagi masyarakat.
Gotong Royong sebagai Pilar Utama Dalam Kesehatan Publik
Konsep gotong royong bukan hanya sekadar nilai sosial, tetapi juga model pembiayaan yang efektif dalam pelayanan kesehatan. Dengan sistem ini, setiap individu berkontribusi untuk mendukung mereka yang membutuhkan, terutama dalam keadaan kritis.
Melalui gotong royong, beban biaya kesehatan dapat terbagi secara merata, sehingga tidak memberatkan satu pihak. Hal ini sangat relevan, terutama bagi penderita penyakit kronis yang memerlukan perawatan intensif.
Kegiatan edukasi dan sosialisasi tentang pentingnya gotong royong dapat meningkatkan kesadaran masyarakat. Dengan demikian, kontribusi terhadap asuransi kesehatan menjadi lebih berarti dan memberikan dampak positif yang luas.